Minggu, 15 Agustus 2010

SOEKARNO BUKAN ANAK GAUL



Artwork hasil iseng-iseng yang saya buat karena melihat fenomena 'bahasa gaul' yang belakangan disebut 'bahasa alay' di kalangan anak muda jaman sekarang. Bahasa tulis yang dengan seenaknya dan secara aneh merubah ejaan dari kata-kata yang lazim, misalkan: 'banget' menjadi 'beud', 'saya' menjadi 'saia', 'ya' menjadi 'ea' dan masih banyak yang menurut saya lebih aneh-aneh lagi sampe mungkin yang ngerti artinya hanya si penulis saja. Bahasa semacam ini awalnya paling sering digunakan dalam sms dan sekarang sudah mulai menjalar ke Facebook dan Twitter. Coba cek di Facebook atau Twitter, banyak bertebaran nama-nama akun yang menggunakan bahasa alay, contoh: 'Aiiu Luphna Ndud' atau 'Aquh Ituh Neea' beserta status update yang gak kalah memusingkan saat membacanya.

Mungkin emang sah-sah aja mereka menggunakan bahasa semacam itu, tapi sah-sah aja juga kan saya gak suka dengan gaya bahasa semacam itu. Dan yang saya gak suka adalah gaya bahasanya bukan personalnya, karena saya juga punya temen-temen yang menganut bahasa semacam ini. Ini cuma persepsi pribadi saya aja.

So, enjoy the artwork, or not. Semugaa qamuh2 pada cuka eaaa.... hahahahaha

'TITIK BALIK' INDIE MOVIE. STARING BY CARBON CREW



From bboy to actor. Saya sama temen-temen punya jobdesc baru: Jadi aktor dadakan. Yea, we're on camera. Kita diminta ngebantuin proyek film tugas akhirnya temen kita Antoni Nugrahanto. Sebenernya ini bukan pertama kali kita berhadapan sama kamera, kita udah beberapa kali dimintain bantuan dalam beberapa proyek film temen-temen dan udah gak asing sama kamera TV waktu di Let's Dance. Tapi yang mmembedakan adalah biasanya kita main film dokumenter, disitu kita bener-bener cuma breakin dan sedikit cerita tentang apa itu breakdance/bboying, sedangkan di Titik Balik kita bener-bener harus akting.

Dan setelah melewati proses yang panjang dan melelahkan yang disebabkan beberapa kendala tekhnis dan kepayahan kami dalam berakting yang menyebabkan retake berulang kali tiap adegannya akhirnya film ini rampung juga. Hasilnya? Silahkan cari filmnya di penjual atau rental DVD terdekat. Yang jelas menurut saya yang paling keren dari produksi film ini adalah posternya yang ada diatas itu (di poster itu saya adalah yang pake baju hijau).

Mudah-mudahan setelah Titik Balik film yang akan kami bintangi selanjutnya adalah Step Up 4. Amin

MSI NOTEBOOK COMERCIAL PRINT AD



New experience. Jadi talent buat comercial print ad produk notebook MSI garapan Petakumpet agency. Pengalaman yang bener-bener baru dan seru. Photo session mulai jam 11 pagi sampe jam 9 malem di salah satu studio di deket kampus UGM, Jogja (saya lupa nama studionya), capek tapi seru bisa kerja bareng temen-temen dari Petakumpet dan seorang model cantik :p
Dan setelah melewati proses pemasakan digital di dapur kreatif Petakumpet, voila!! Inilah hasilnya. Not bad, its kinda cool, rite!

Jadi jangan ragu-ragu untuk membeli notebook MSI, karena selain produknya bermutu talent print adnya juga keren hehehehe....

CARBON BALI TRIP








WAT A TRIP!!
Yeeaaa.... empat hari di Bali
Everything's so fun, really had a great time. Bboyin, chillin, gettin a new friends. Took home the throphy, hit the club, meet the legend. All day all good. Nice people, nice scene, nice vibe. It culdn't be more perfect.
And im still thinkin bout that face....

WOW!!!!

ttp://bikaambon.multiply.com/journal/item/117



link itu adalah multiplynya Om Budiman Hakim, tokoh periklanan dan penulis favorit saya. Judul postingannya: 'Ngomong jorok malem2 lewat Twitter'. Jangan terlalu ngeres dulu baca judulnya, isinya soal gimana beliau dengan ajaibnya ketemu sama sosok cewek impiannya sejak kecil yang, dinamakannya Gina, lewat Twitter. Hampir sama dengan note yang saya bikin beberapa waktu lalu yang berittle: 'God Is a Designer'. Kebetulan dengan keajaiban kadang tipis bedanya.

Kamis, 12 Agustus 2010

WEN YU POLLING IN LAP

Orang gila tidak mungkin bisa jatuh cinta, tapi orang yang jatuh cinta bisa berbuat seperti orang gila.
Ya, jatuh cinta, hal yang paling sederhana sekaligus paling rumit yang bisa dialami oleh seorang manusia. Satu hal abstrak dan absurd yang seringkali bisa mendorong seseorang melampui batas-batas kekuatan dan logikanya, selain mendekatnya kematian. Bagaikan virus termutakhir yang bisa menyerang siapa saja kapan saja tanpa ampun dan tak bisa ditolak. Tak terdeteksi, saat kita menyadari keberadaannya virus itu telah menjalar dan menginfeksi tiap sel terkecil tubuh.
Jatuh cinta bisa membuat orang bertindak aneh, bodoh, nekat bahkan gila demi sang tercinta. Yang mungkin bagi orang lain tidak masuk akal atau berlebihan. Salah satu teman saya pernah berkata pada teman yang lain yang sedang bercerita bagaimana dia sedang naksir seorang cewek dan semua pengorbanannya untuk ngedapetin cewek itu: “Seharusnya lo gak perlu sampe segitunya, lo udah berkorban terlalu banyak buat cewek itu” Tapi dijawab oleh teman saya itu: “Gak ada kata ‘terlalu banyak’, ‘terlalu besar’ atau terlalu-terlalu yang lain buat orang yang lagi jatuh cinta”. Saya pun setuju banget dengan teman saya ini, bahkan yang dianggap ‘terlalu’ itupun kadang terasa belum cukup, dan mungkin takkan pernah cukup, untuk mereka yang sedang jatuh cinta. Orang yang sedang jatuh cinta akan melakukan apapun demi dia yang dipujanya. Mulai dari berusaha untuk mencari tahu segala sesuatu tentang si dia; siapa namanya, berapa nomer handphonenya, alamat facebooknya, apa hobinya, sampai semua detail-detail kecil tentang sang pujaan hati. Mereka juga akan melakukan berbagai macam cara untuk menarik perhatian si dia, dari hal-hali kecil seperti memberi perhatian lebih, meningkatkan intensitas komunikasi via telepon atau sms sampai hal-hal romantis bahkan sampai hal-hal ‘gila’ seperti dalam reality show “Katakan Cinta”.
Saya pernah melihat berbagai macam hal, beberapa terasa sangat ‘gila’ dan mencengangkan buat saya, yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar saya (dan oleh saya sendiri) ketika mereka jatuh cinta. Ada teman saya yang rela naik motor menembus hujan sekedar untuk mengantarkan kue yang diinginkan cewek yang ditaksirnya, teman saya yang jago menggambar menuangkan perasaannya lewat gambar-gambar tangannya yang luar biasa bagusnya (menurut saya) karena tidak mampu mengungkapkan perasaannya secara langsung pada si cewek dan dinding kamarnya akhirnya dipenuhi kertas HVS berisi gambar-gambar curhatannya, teman saya yang lain menuliskan barisan-barisan lirik tentang wanita pujaannya yang akhirnya dipadukan dengan harmonisasi musik yang dirangkainya lewat software fruity loops di komputer dalam kamar kosnya, ya dia ciptakan lagu untuk cewek itu. Luar biasa. Beragam sekali cara yang dipakai orang untuk mengekspresikan rasa ketika jatuh cinta, sebagian orang mengungkapkannya dengan tindakan dan perkataan secara langsung, sebagian dengan gambar, sebagian dengan lagu dan sebagian lainnya mungkin dengan menuliskannya.
Buat orang lain yang melihat mungkin mereka yang sedang jatuh cinta itu bertingkah tak ubahnya seperti orang gila, atau mungkin bahkan beberapa dari kalian yang membaca tulisan ini juga berpikir seperti itu? Atau malah ada beberapa dari kalian yang belakangan ini sering merasakan tatapan aneh orang-orang di sekitar, seakan mereka sedang melihat seorang yang kurang waras? Hati-hati, mungkin anda sedang jatuh cinta.

GOD IS A DESIGNER

Dua tokoh utama di film CIN(T)A berkata lewat kaos yang mereka pakai: God is an architect (Tuhan adalah arsitek) dan God is a director (Tuhan adalah sutradara). Kalau saya punya versi sendiri, menurut saya God is a designer (Tuhan adalah desainer). Saya menganalogikan dengan merajuk pada seorang desainer grafis yang bekerja di sebuah perusahaan desain yang bertugas membuat desain-desain sesuai dengan pesanan klien. Dalam hal ini ‘klien’ Tuhan adalah saya dan ‘produk’nya adalah, ehem, wanita impian.
Seringkali saya menggambarkan sosok seorang wanita impian dalam ruang imajiner hampa di satu sudut otak saya, wanita dengan kriteria-kriteria (fisik maupun non-fisik) yang mungkin biasa-biasa saja untuk orang lain tapi mendekati sempurna bagi saya. Dan Tuhan dengan begitu sempurnanya menciptakan wanita itu, seperti merefleksikan sosok wanita khayalan di ruang imajinasi saya dalam bentuk yang nyata dan hidup. Dan lebih hebat dari desainer manapun di planet ini yang membuat desain sesuai dengan permintaan klien, Tuhan menciptakan sosok wanita impian itu tanpa sekalipun saya memohon kepadaNya, bahkan mungkin jauh sebelum saya membayangkan sosoknya Tuhan telah merencanakan untuk menciptakan ‘dia’ sedemikian rupa. Seperti belum puas melihat ketercengangan saya terhadap absolutisme daya ciptaNya, tidak saja Tuhan ciptakan ‘dia’ tapi dipertemukanNya juga saya dengan ‘dia’. ‘Dia’ begitu sesuai dengan sosok rekaan saya selama ini ketika Tuhan untuk pertama kali mempertemukan saya dengan ‘dia’, bahkan lengkap dengan sepatu Converse All Star low warna hitamnya. Dan selanjutnya saya hanya bisa menatap dan mengagumi ‘dia’ berbataskan jarak, yang sebenarnya hanya beberapa meter saja.
Tuhan telah memainkan peran sebagai desainer dengan luar biasa dan tanpa cela dalam fase kehidupan saya saat ini. Selanjutnya saya berharap Tuhan akan memainkan peranNya sebagai sutradara dengan sama hebatnya untuk membuatkan sebuah cerita indah yang sempurna, dengan pemeran utama, ehem, saya dan ‘dia’. Semoga