Senin, 23 Agustus 2010

BALADA MAHASISWA

Kursi besi berkarat ini berderit untuk kesekian kalinya
Beriringan dengan kebosanan yang semakin akut
Menanti sang sepasang jarum penunjuk waktu
Yang seakan berjalan gontai menuju angka 18.00
Menunggu genta penyelamat itu berdentang lantang
Yang dentangnya akan mengakhiri siksaan akademik ini
Coba membuang pandangan ke seantero ruangan putih kusam
Terlihat punggung-punggung kaku tak bergerak
Entah terfokus atau tertidur pulas mendengar dongeng itu
Pria tua itupun masih sibuk berkutat dengan kitab ilmunya
Suara seraknya terus menggema lirih menyerang gendang telinga
Membacakan definisi-definisi kaku dari literatur ditangannya
Tanpa sedikitpun peduli dengan pemahanan audiensnya
Profesor ternama berlabel lulusan luar negeri itupun
Lebih mirip robot otomatis di mata seorang mahasiswa bodoh ini
Yang sepertinya tidak mengenal kata ‘pemahaman’ dalam programnya
Biarlah, toh urusan dengan robot ini sederhana sebenarnya
Hanya demi sebuah huruf A atau angka 4 di lembar sakti itu
Dan akhirnya suara surga itu pun terdengar
Berbarengan dengan penuhnya lembar coretan ini dengan tinta hitam
Sang robot pun menutupnya dengan luar biasa kaku
Hanya sepatah kata ‘Selamat Malam’ yang datar
Yah, mungkin dia memang diprogram seperti itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar